Cari Blog Ini
Sabtu, 06 April 2013
TIPS MENGURANGI STRES
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Adakah diantara sahabat-sahabat semuanya yang tidak mengalami apa yang dinamakan dengan stress? Pernahkan kita terbebas sama sekali dengan istilah satu ini yaitu stress? Yang kita ketahui mengenai stress ini adalah bila kita dalam keadaan mengalami ketegangan baik dari segi fisik, psikis, emosi dan juga mental kita. Seringkali pula ini dikaitkan dengan keadaan depresi. Padahal pada hakekatnya berbeda antara depresi dan stress ini.
Pengertian stress dapat kita artikan sebagai stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Keadaan stress akan dapat membuat produktivitas seseorang menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
BAB II
PEMBAHASAN
Ada beberapa tips menghilangkan stress yang menimpa kita.
1. Melakukan tindakan relaksasi.
Relaksasi akan sangat membantu mengurangi stressor yang sedang menimpa kita. Dengan melakukan berbagai macam relaksasi akan membuat pikiran kita merasa lebih nyaman dan tenang. Terima semua perasaan sedih, kecewa, atau marah yang anda rasakan dan pasrahkan segala penyelesaiannya pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Banyak beristighfar adalah salah satu jalan yang dapat kita tempuh sebagai seorang muslim.
2. Melakukan Aktifitas Olahraga.
Olahraga merupakan salah satu cara penghilang stress yang baik. Olahraga dapat mengendurkan otot-otot yang tegang karena lama bekerja. Berkeringat tatkala melakukan aktifitas olahraga akan berbeda jika dibandingkan saat bekerja. Menurut ahli kesehatan, berkeringat dapat membantu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh, membersihkan pori-pori dan membakar kalori. Keringat yang kita keluarkan pada saat berolahraga juga dapat menurunkan stress karena hormon endorfin (hormon yang diproduksi tubuh pada saat mengalami perasaan bahagia) dan zat lain dilepaskan.
3. berteriak
Salah satu tips stress yang terbukti ampuh menghilangkan atau mengurangi rasa stress adalah berteriak. Saat stress, kita akan merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Lepaskan saja perasaan tidak enak itu. Berteriak sekencang-kencangnya. Karena dengan itu anda akan merasa lebih enak dan mungkin dapat mengurangi atau bahkan dapat menghilangkan rasa stress tersebut
4. Tidur
Selain Berteriak hal lain yang bisa kita lakukan untuk bisa mengatasi stress adalah Tidur. karena dengan tidur kita akan mendapatkan istirahat lebih yang dapat meregangkan otak dan pikiran anda dengan tidur juga anda akan lupa dengan kejadian yang terjadi sebelumnya
5. Tertawa
Hal efektif selanjutnya untuk mengatasi stress adalah dengan tertawa, karena dengan tertawa hati kita akan senang dan rasa stress itu akan hilang dengan seketika. dan banyak cara untuk bisa tertawa seperti membaca cerita lucu, nonton video di youtube, baca kata kata lucu, dan masih banyak lagi
6. Berfikir positif
Optimisme dapat menangkal dampak negatif stres, ketegangan dan kecemasan telah di sistem kekebalan tubuh Anda dan kesejahteraan. Sangat penting untuk mengelilingi diri dengan orang-orang positif. Getaran negatif dari teman-teman dan rekan kerja dapat menyebar, sehingga sulit bagi Anda untuk bersantai. Lihatlah situasi tertentu berbeda. Mungkin cara Anda mencari mungkin menyebabkan tekanan yang banyak.
7. Mendengarkan musik
Musik yang menenangkan dapat memiliki efek relaksasi pada gelisah, tegang pikiran. Hal ini juga dapat menurunkan tekanan darah, memperlambat pernapasan dan detak jantung. Cari tahu apa jenis musik yang bisa membantu Anda bekerja yang terbaik dan kemudian membuat koleksi musik untuk membantu Anda rileks dan merasa baik.
8. Saluran lewat hobi
Setiap Orang pasti memiliki kegiatan faforit atau hobi, dan bila seseorang sudah melakukan hobinya pasti hati dan pikirannya menjadi senang, untuk itu jika anda ingin menghilangkan stress salah satu caranya adalah dengan salurkan lewat hobi, seperti bermain bola, komputer, mendengarkan musik, bermain game dan sebagainya
9. meditasi
Meditasi sangat bagus tidak hanya untuk menghilangkan stres, tetapi juga untuk relaksasi otot. Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah.
Cobalah mulai sekarang renungkan untuk memanggil energi positif. Caranya mudah, cukup hanya mengambil nafas panjang dan mengosongkan pikiran Anda. Lakukan meditasi10 menit saja dan reguk manfaatnya.
BAB III
KESIMPULAN
Itu adalah beberapa cara menghilangkan stress yang bisa dicoba. Tentunya dalam hal metoda manajemen stress masing-masing orang berbeda. Cara menghilangkan dan membuat rasa menjadi nyaman bagi seseorang yang sedang mengalami stress juga unik dan berbeda-beda tiap diri individu kita masing-masing. Sehingga dalam hal meredakan stressor kita bisa juga dengan pengalaman kita sendiri untuk bisa tetap fokus bila sesuatu seperti ini terjadi pada kita.
KULIAH SAMBIL KERJA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Di era sekarang ini semua sudah serba duit, mulai dari makan sampai b0ker mesti pake duet,, hehehe... namun untuk mendapatkan kertas bernilai rupiah tersebut bukanlah semudah menimba air disumur, bagaimana bisa dapat duit kalo cari kerja aja susah. Zaman sekarang, di dunia nyata bukanlah hal yang mudah untuk bisa mendapatkan pekerjaan, yang sudah punya ijazah pun masih susah cari kerja apalagi yang masih kuliah, bahkan untuk memenuhuhi finansial seorang mahasiswa harus menggeluti pekerjaan kasar demi mendapatkan uang. Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan memberikan solusi bagi agan-agan yang pengen dapat kerja tapi tidak ingin terganggu aktifitas dan rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa ataupun pengangguran biasa. Anda tidak butuh otot yang besar ataupun dada yang six pacs untuk bekerja, tapi kecerdikan. Jika ingin bekerja terlebih dahulu anda harus punya aset. Jika punya aset anda pasti punya kerja, walaupun seberapa kecilnya aset yang anda miliki tetap aset tersebut bisa mendatangkan pekerjaan untuk anda. Namun kita punya aset kenapa tidak dapat kerja? Nah, disinilah kita menggunakan kecerdikan, bagaimana kita harus memutar otak agar aset yang kita miliki tidak mubazir, karena bukan seberapa besar aset yang anda miliki yang akan menentukan hasil akan tetapi bagaimana cara anda dalam menggunakan aset
BAB II
PEMBAHASAN
1. Mintalah pengertian dari keluarga dan teman
JIka dalam kuliah, biasanya tidak sedikit dari orang tua yang melarang anaknya untuk bekerja di selang-selang kuliah. Memang, Hal itu juga dibenarkan karena tentu akan mengganggu kuliah dan bahkan dapat menurunkan nilai akademiknya.
Dengan adanya hal itu, sehingga membutuhkan dukungan dari orang tua dan juga teman-teman didekatnya. Selain bekerja lebih nyaman, juga akan semakin ringan menjalani keduanya. Karena dengan dukungan, otomatis akan memberikan pengertian dan merubah serta mendukung paradiva untuk lebih optimis menjalankan kuliah sambil bekerja.
2. Dapatkan Nilai yang Baik di Semester Awal
Tips ini tentu juga mendukung untuk berjalannya kuliah dan juga bekerja. Mengapa? karena di masa awal perkuliahan biasanya menjadi penentu untuk semester akhirnya nanti.
Sehingga jika pada semester awal seorang mahasiswa memiliki grade yang bagus, di semester akhir akan lebih mudah memperbaiki nilai semesternya dan tidak kewalahan. Jadi, jika hal itu telah dapat dilalui, maka kegiatan kuliah akan cepat selesai dan lulus dengan baik, walau dalam prakteknya seorang mahasiswa menerapkan kuliahnya sambil bekerja.
3. Kerjakan Tugas Tepat Waktu
Nah, Poin ini juga terpenting. Kembali lagi pada masalah kedisiplinan mengatur waktu. Jika seorang mahasiswa rajin mengerjakan tugas di awal, tentu beban kuliahnya juga tidak semakin besar ditambah dengan kegiatan bekerjanya diluar.
Begitu pula dengan pekerjaannya, jika Mahasiswa segera mengerjakan tugas pekerjaannya pada awal dan waktu yang luang, tentu akan lebih mudah membagi waktu antara kerja dan kuliah.
4. Jika Kamu Aktif Ber-organisasi, Terapkan Keseimbangan!
Keseimbangan dalam mengatur waktu dan juga pekerjaan sangatlah penting. Apalagi mahasiswa yang sudah memiliki kesibukan kuliah, dan juga bekerja, akan lebih sulit jika mahasiswa juga aktif dalam suatu organisasi. Biasanya tidak sedikit para mahasiswa yang melupakan kuliahnya dan asyik dalam organisasinya. Bisa jadi, kuliah dikesampingkan dan cenderung terbengkalai.
Namun hal tersebut diatas tidak akan terjadi jika konsep keseimbangan terus diterapkan. Sehingga dengan kuliah, bekerja, dan juga ber-Organisasi akan dapat berjalan dengan lancar. Baik dalam kuliah, rajin dalam bekerja, dan aktif dalam organisasi, ketiga hal tersebut menjadi acungan jempol bagi seorang mahasiswa yang dapat mengerjakannya dengan baik.
5. Jangan sampai membuat masalah dengan Dosen atau di Tempat Kuliah
Sangat buruk jika hal ini sampai terjadi. Niatan dalam diri seorang mahasiswa yang tengah dilanda masalah dalam kuliahnya, tentu akan sedikit lebih mengurungkan dirinya untuk ber-kuliah karena masalah tersebut. Tetaplah hati-hati dan memperhatikan etika dengan seorang dosen dan juga kawan-kawan lainnya. So, Hindari deh jauh-jauh dan jangan suka membuat masalah di kampus!
BAB III
KESIMPULAN
Memang, menjalani kuliah sambil bekerja merupakan hal yang sulit. Namun setelah dijalani,kita akan mengetahui bahwa hal ini tidak sesulit yang dibayangkan. Keuntungan dari kuliah sambil bekerja adalah kita akan mendapatkan banyak pengalaman yang bisa dijadikan pedoman atau gambaran kedepannya. Selain itu dapat melatih kita untuk menyeimbangkan waktu antara kegiatan akademis dan profesional. Beberapa cara agar kita tetap fokus dalam kuliah walaupun sambil bekerja yaitu yakin terhadap diri kita, persiapkan diri, Dukungan lingkungan, manfaatkan waktu dengan baik dan lain-lain. Jika cara-cara tersebut sudah kita lakkan dengan baik, maka kuliah sambil bekerja pun bukanlah suatu hal yang sulit.
- http://zanikhan.multiply.com/journal/item/4186
- http://blogspot.com/metode belajar - mengajar
GAYA MENGAJAR DOSEN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Banyak dari kita ketika belajar mempunyai kendala berupa, tidak konsentrasi, lingkungannya tidak mendukung, tidak punya motivasi, dan hasilnya.? Sudah pasti akan mengecewakan. Kemudian apa yang harus kita lakukan.? Jawabannya adalah, anda harus merubah gaya belajar anda.! Dengan cara
belajar efektif. Apa itu belajar efektif.?
Nah, dalam pembahasan ini kami akan membahas cara belajar efektif dan mengajar yang baik. Termasuk metode-metode yang baik ketika akan mulai belajar.
1.2. Tujuan
Tujuan kami menulis makalah ini adalah untuk informative dan persuasive kepada pembaca mengenai tata cara belajar dan mengajar yang efektif. Berdasarkan masalah yang timbul di kalangan pelajar atau mahasiswa belajar dengan metode Sistem Kebut Semalam (SKS) sangatlah tidak efektif, belajar yang efektif ialah belajar yang memiliki proses yang benar. Pembahasan lebih lanjut nanti aklan kita bahas.
1.3. Rumusan Masalah
Belajar efektif adalah belajar yang mempunyai tahapan-tahapan yang benar, mulai dari sebelum belajar, selama proses belajar dan ketika belajar selesai. Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru / dosen / instruktur.
Metode mengajar ialah teknik penyajian yang dikuasai oleh guru / dosen untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun secara kelompok agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan baik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Metode belajar efektif
Apa sih belajar efektif itu?
- Belajar yg menyenangkan.
- Terjadwal dengan baik.
- Tidak memakan banyak waktu.
- Hasil yg maksimal.
Mengapa mahasiswa perlu memiliki sikap belajar yg efektif & efisien
- Keberhasilan
- Kesempurnaan
Mengapa harus terjadwal & menyenangkan?
- Dalam bekerja otak kita juga dipengaruhi oleh kondisi fisik kita.
- Kalau kondisi fisik kita capek, otak kita tidak dapat bekerja dgn maksimal.
- Kalau otak kita tdk bekerja dgn maksimal, informasi yg kita terima tidak dapat disimpan dengan baik oleh ingatan kita.
- Akibatnya informasi yg pernah kita terima tidak dapat kita pergunakan lagi saat kita membutuhkannya.
Apa saja yang harus diperhatikan dalam belajar efektif?
- Harus bisa mengendalikan emosi
Jika anda bisa mengendalikan emosi ketika otak akan digunakan untuk belajar, maka anda akan memperoleh hasil yang maksimal. Karena anda telah menerapkan arti belajar efektif.
Berbeda jika anda belajar dengan keadaan emosi yang labil, misal : sedih, kecewa atau sakit hati karena diputuskan pacar. Maka, saya sarankan untuk jangan belajar, karena walaupun anda belajar sudah pasti hasilnyapun sangat tidak memuaskan karena keadaan emosi anda yang tidak baik.
2.2. Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru / dosen / instruktur.
Metode mengajar ialah teknik penyajian yang dikuasai oleh dosen untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun secara kelompok agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan baik.
2.3. Macam-macam metode mengajar dan penggunaannya
1). Metode ceramah
Metode ceramah ialah suatu metode di dalam pendidikan dan pengajaran dimana cara menyampaikan pengertian-pengrtian materi pengajaran kepada anak didik (mahasiswa) dilaksanakan dengan lisan oleh dosen di dalam kelas.
Segi positif
- Dalam waktu yang singkat guru dapat menyampaikan bahan sebanyak-banyaknya.
- Organisasi kelas lebih sederhana tidak perlu mengadakan pengelompokan mahasiswa.
- Dosen dapat menguasai seluruh kelas dengan mahasiswa.
- Dosen sebagai penceramah berhasil baik, maka dapat menimbulkan semangat dan lokasi yang instruktif.
- Fleksibel, dalam arti bahwa jiwa waktu yang sedikit dapat dipersingkat, mengambil yang penting-penting saja.
Segi negatif
- Dosen sulit untuk mengetahui pemahaman anak didik terhadap bahan-bahan yang diberikan.
- Kadang-kadang dosen cenderung ingin menyampiakan bahan yang sebanyak-banyaknya.
- Anak didik cenderung menjadi pasif dan ada kemungkinan kurang tepat dalam mengambil kesimpulan.
- Agak sedikit membosankan
2). Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu metode di dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang bahan materi yang ingin diperolehnya.
Segi positif
- Kelas akan hidup karena anak didik aktif berpikir dan menyampaikan pikiran melalui berbicara.
- Baik sekali untuk melatih anak didik agar berani mengembangkan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
- Timbulnya perbedaan pendapat diantara anak didik akan membawa kelas ke dalam suasana diskusi.
Segi negatif
- Apabila terjadi perbedaan pendapat akan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
- Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian anak didik.
- Dapat menghambat cara berpikir.
- Situasi persaingan bisa timbul, apabila guru kurang menguasai teknik pemakaian metoda ini.
3). Metoda Diskusi
Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Diskusi tidak sama dengan berdebat.
Segi positif
- Suasana akan hidup.
- Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu seperti toleransi, demokratis, kritis, berpikir
sistematis, sabar dsb.
- Kesimpulan diskusi mudah dipahami akan Anak-anak belajar mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib.
Segi negatif
- Kemungkinan ada anak yang tidak ikut aktif.
- Suasana gaduh.
- Sulit menduga hasil yang akan dicapai.
- Pengetahuan yang diperoleh minimum.
Jenis – jenis diskusi
a) Diskusi Formal
Diskusi ini terdapat seperti pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintahan.
b) Diskusi Tidak Formal (Informal)
Diskusi ini seperti dilaksanakan dalam kelmpok-kelompok belajar di mana satu sama lain bersifat Face to Face relationship (tatap muka dalam keakraban).
c) Diskusi Panel
Diskusi ini menghadapi masalah yang ditinjau dari beberapa pandangan.
d) Diskusi dalam bentuk symposium
Diskusi ini hampir sama dengan diskusi panel, hanya symposium lebih formal, symposium itu diselenggarakan apabila ada pertentangan pendapat.
e) Lectune discution.
Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan kemudian di diskusikan.
4). Metode pemberian tugas mengajar (resitasi)
Metode pemberian tugas belajar atau resitasi sering disebut metode pekerjaan rumah yaitu metode dimana murid diberikan tugas di luar jam pelajaran.
Metode resitasi dilakukan, apabila guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah diterima anak lebih mantap. Untuk mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca sendiri.
Segi positif
- Baik sekali untuk mengisi waktu luang yang konstruktif.
- Memupuk rasa tanggungjawab dalam segala tugas pekerjaan.
- Membiasakan anak giat belajar.
- Memberikan tugas anak yang bersifat praktis.
Segi negatif
- Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak- anak dalam hal kemampuan dan masa belajar.
- Sering kali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik, cukup menyalin hasil pekerjaan teman.
- Sering kali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain.
- Apabila tugas itu selalu banyak atau terlalu berat, akan mengganggu keseimbangan mental anak.
5). Metode demontrasi dan eksperimen
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dimana dosen atau orang lain yang sengaja diminta atau mahasiswa sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu proses.
Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana mahasiswa dan dosen bersama sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang diketahui.
Metode demontrasi dan eksperimen dilakukan
- Apabila anak menunjukkan keterampilan tertentu.
- Untuk memudahkan berbagai penjelasan
- Untuk menghindari verbalisme
- Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian sebab akan menarik
Segi positif
- Perhatian anak akan terpusat kepada yang di demonstrasikan dan akan memberikan kemungkinan berfikir lebih praktis.
- Memberi pengalaman praktis yang dapat membentuk penaasaran dan kemauan anak.
- Akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati langsung terhadap suatu proses.
- Dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat dijawab
Segi negatif
- Dalam melaksanakan metode demonstrasi dan eksperimen biasanya memerlukan waktu yang banyak
- Apabila kekurangan alat-alat peraga.
- Metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk melaksanakan eksperimen.
- Banyak alat-alat yang tidak didemonstrsikan dalam kelas karena besarnya atau harus dibantu dengan alat-alat yang lain.
BAB III
KESIMPULAN
Yang terpenting dari proses belajar mengajar ini yaitu adanya keinginan / kemauan, jika tidak ada keinginan / kemauan untuk belajar atau mengajar, mau pakai strategi apapun sudah pasti hasilnya nol besar. Karena ada sebuah kutipan “setiap ada kemauan, pasti ada jalan”. Dari kutipan tersebut sudah jelas, jika kita menginginkan sesuatu, yang paling utama adalah letakkan keinginan didalam hati kalin. Karena bersumber dari keinginan, kalian bisa meperoleh sesuatu.
- http://zanikhan.multiply.com/journal/item/4186
- http://blogspot.com/metode belajar - mengajar
Senin, 11 Maret 2013
KARANGAN ILMIAH, NON ILMIAH, ILMIAH POPULER
KARANGAN ILMIAH, NON ILMIAH, ILMIAH POPULER
Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -2
karangan ilmiah: karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Ciri ciri karangan ilmiah:
1. Objektif: Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi.
2. Netral: Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
3. Sistematis: Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
4. Logis: Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan): Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta.
6. Tidak Pleonastis: Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7. Bahasa yang digunakan: adalah ragam formal.
karangan non ilmiah: Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
• ditulis berdasarkan fakta pribadi,
• fakta yang disimpulkan subyektif,
• gaya bahasa konotatif dan populer,
• tidak memuat hipotesis,
• penyajian dibarengi dengan sejarah,
• bersifat imajinatif,
• situasi didramatisir,
• bersifat persuasif.
• tanpa dukungan bukti
karangan ilmiah popular: pengertian karya tulis ilmiah
populer adalah karya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi
ditampilkan dengan bahasa umum yang mudah dipahami oleh masyarakat
awam dan layout yang menarik sehingga masyarakat lebih tertarik untuk
membacanya.
Ciri-ciri dan karakteristik tulisan ilmiah populer, antara lain:
• Adanya pesan yang dipergunakan untuk menarik perhatian pembaca, yang dapat juga dikatakan bersifat persuasif. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pembaca yang ditargetkan ialah umum atau bukan spesialis di bidang ahli mengenai topik bahasan yang ditulis.
• Isi tulisan diusahakan untuk memikat pembaca agar yang bersangkutan tetap terus membaca tulisan tersebut sampai selesai.
• Penulis melakukan kontekstualisasi data hasil riset ke dalam tulisan tersebut sehingga data dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca umum.
• Bahasa yang dipergunakan bersifat umum dan tidak menggunakan terminologi khusus yang hanya dipahami oleh ilmuwan atau kelompok tertentu.
• Biasanya struktur kalimat yang dipergunakan ialah kalimat aktif.
• Gaya penulisan tidak baku.
• Umumnya, informasi dipaparkan dalam bentuk narasi.
• Uraian dipaparkan ke dalam bentuk umum yang dapat menarik, balk aspek intelektual pembaca maupun menyentuh emosi pembaca yang bersangkutan.
• Secara implisit, kadang mengandung pesan tertentu berupa keinginan penulis agar pembaca melakukan tindakan tertentu.
PENALARAN-EVIDENSI-INFERENSI
PENALARAN-EVIDENSI-INFERENSI
Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -1
1.Penalaran
Adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif :
Metode induktif
1. Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
- Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
- Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
2. Evidensi
Adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan.
Kita mungkin mengartikannya sebagai "cara bagaimana kenyataan hadir" atau perwujudan dari ada bagi akal". Misal Mr.A mengatakan "Dengan pasti ada 301.614 ikan di bengawan solo", apa komentar kita ? Tentu saja kita tidak hanya mengangguk dan mengatakan "fakta yang menarik". Kita akan mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian.
Tentu saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai "kepastian", Tentu saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam persetujuan terhadap pernyataan tersebut.
Sebaliknya, kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, "Ada tiga jendela di dalam ruang ini," persetujuan atau ketidak setujuan saya segera jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah didapatkan.
Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.
Cara menguji data :
Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.
Di bawah ini beberapa cara yang dapat di gunakan untuk pengujian tersebut.
1.Observasi
2.Kesaksian
3.Autoritas
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilitian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil. Apakah itu dalam bentuk Konsistensi atau Koherensi.
Data: adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Fakta: (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan.
Autoritas: adalah kekuasaan yang diberikan kepada lembaga dalam masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya.
3. Inferensi
Adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur).
Terdapat 2 jenis metode Inferensi :
1. Inferensi Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
Contoh : Ban motor ani pecah sedangkan ani besok ingin pergi ke kampus, tetapi ani tidak mempunyai uang untuk mengganti ban motor.
kesimpulan : ani besok tidak pergi ke kampus karena ban motornya pecah.
2. Inferensi Tak Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.
Contoh:
A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan.
B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa.
Inferensi yang menjembatani kedua ucapan tersebut misalnya (C) berikut ini.
C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit.
Jumat, 02 November 2012
SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI
segmentasi pasar?
Segmentasi pasar adalah cara yang efektif untuk meningkatkan efektivitas pemasaran Anda, dibandingkan jika Anda melakukan pemasasaran dengan cara yang sama untuk seluruh target pasar Anda. Menggunakan contoh sampo X di atas, produsen sampo tersebut harus mengeluarkan biaya lebih untuk menghasilkan tiga versi berbeda dari iklan untuk produk yang sama, yang mungkin akan berimbas pada pengurangan jumlah tayang iklan pada majalah untuk tetap menghemat anggaran. Namun dengan menghasilkan satu gambar yang menarik untuk fashion berorientasi wanita yang ingin mempunyai rambut indah untuk mereka sendiri, atau untuk ibu yang ingin anaknya menjadi sehat dan bersih, serta untuk pria yang ingin terlihat tampan, Anda jauh lebih memiliki kesempatan untuk membujuk masing-masing kelompok bahwa produk Anda akan memenuhi kebutuhan mereka.
Memenuhi Kebutuhan Pelanggan Dengan Lebih Baik
Anda dapat memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dengan segmentasi pasar. Meskipun Anda sedang menjual produk dasar yang sama untuk semua segmen, Anda dapat mengembangkan paket add-on produk dan layanan untuk setiap kelompok yang berbeda.
Anda juga dapat mempertimbangkan strategi untuk segmen pasar Anda. Ketika Anda telah memutuskan bagaimana segmen pasar mana yang Anda inginkan, maka Anda dapat merancang strategi pemasaran yang tepat untuk setiap segmen.
Contoh Segmen Pasar
Segmen pasar harus selalu berbeda satu sama lain namun orang-orang dalam setiap segmen harus sama dengan cara yang relevan.
Sebagai contoh misalnya user gaming computer (komputer-permainan) dan desainer grafis. Pengguna komputer untuk bermain game ingin membeli komputer dengan dengan kemampuan grafis berkualitas tinggi dan waktu proses cepat. Sedangkan desainer grafis, di satu sisi akan mencari sebuah mesin yang dapat menangani file grafis besar dan membiarkan mereka beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan cepat.
Pada kenyataannya, kebutuhan mereka dapat dipenuhi oleh produk yang sama. Tetapi karena Anda selalu harus fokus pada manfaat daripada fitur ketika mempromosikan produk. Kedua kelompok harus diperlakukan sebagai segmen pasar yang berbeda. Anda akan menekankan kemampuan gaming computer untuk satu kelompok, dan kemampuan grafis desain untuk kelompok lainnya.
Ini adalah dasar untuk segmentasi, karena tiap individu pada masing-masing kelompok akan memiliki kebutuhan yang sama.
Menentukan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar sebagai landasan untuk menentukan strategi marketing harus memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Mudah Diakses
Dapatkah Anda mencapai segmen melalui biaya komunikasi yang efektif dan praktis termasuk alur distribusi?
2. Terukur
Dapatkah Anda memperkirakan ukuran segmen sehingga Anda dapat mengalokasikan sesuai anggaran pemasaran?
3. Substansial
Apakah segmentasinya besar dan cukup tahan lama untuk membenarkan kegiatan pemasaran sendiri?
4. Layak
Dapatkah orang-orang dalam segmen membeli produk Anda dan mereka melihat keuntungan yang jelas dan diinginkan dibandingkan dengan produk lainnya atau jasa?
Segmen yang mewakili proporsi kecil dari pasar secara keseluruhan dikenal sebagai ceruk pasar (niche market). Niche pemasaran ini umumnya paling efektif ketika harga produk sangat tinggi atau ketika pasar sangat besar. Di niche market dengan pasar yang sangat besar ini, segmen yang mewakili hanya 2% dari total pasar mungkin cukup besar untuk mempertahankan bisnis.
Dasar Umum Segmentasi Pasar
Ada empat dasar umum untuk segmentasi pasar Anda:
1. Geografis: oleh negara, atau wilayah.
2. Demografi: pada usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan sebagainya.
3. Psikografis : dengan gaya hidup, nilai, kepentingan, dan sebagainya.
4. Perilaku: Apa yang Anda menggunakan produk untuk, loyalitas merek, manfaat yang Anda cari dari produk, dan sebagainya.
Melihat kembali contoh sampo X, kita dapat melihat bahwa pemasar yang menempatkan tiga iklan sebagian segmentasi berdasarkan demografi gender (ada satu ditujukan untuk pria dan dua pada perempuan), dan sebagian berdasarkan psikografis kepentingan (pribadi kecantikan sebagai lawan kebersihan keluarga dan kesehatan).
Produsen juga melakukan dua segmentasi sekaligus karena produsen hampir pasti ingin membuat iklan yang berbeda untuk negara-negara Asia dan Eropa, yang menampilkan orang-orang Asia dan Eropa asli, tapi juga ingin iklan terpisah untuk sub-segmen laki-laki dan perempuan dari target pasar dalam setiap segmen geografis.
PERILAKU KONSUMEN
BAB I
Apa yang dimaksud dengan Perilaku Konsumen?
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya.
Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran. Perilaku konsumen terkait dengan strategi pemasaran, di mana pemasaran harus mampu menyusun kriteria pembentukan segmen konsumen, kemudian melakukan pengelompokan dan menyusun profil dari konsumen tersebut. Kemudian, pemasar memilih salah satu segmen untuk dijadikan pasar sasaran. Dan setelah itu, pemasar menyusun dan mengimplementasikan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk segmen tersebut.
Apa yang dimaksud dengan konsumen dan apa yang menjadi ciri-ciri konsumen?
Pengertian Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
Ciri-ciri konsumen menurut kotler (2000) :
a. Loyal terhadap produk
Konsumen yang pas cenderung loyal dimana mereka akan membeli ulang dari produsen yang sama.
b. Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif
Komunikasi dari mulut ke mulut (Word of Mouth Communication) yang bersifat positif yaitu rekomendasi kepada calon konsumen lain dan mengatakan hal-hal yang baik mengenai produk dan perusahaan
c. Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli merek lain ketika konsumen ingin membeli produk yang lain, maka perusahaan yang telah memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang utama.
Paradigma Penelitian Konsumen
Para peneliti konsumen periode pertama hanya sedikit memikirkan pengaruh suasana hati, emosi, atau situasi terhadap keputusan konsumen. Mereka percaya bahwa pemasaran hanya merupakan ilmu ekonomi terapan, dan bahwa para konsumen adalah pengambil keputusan yang rasional, yang secara obyektif menilai barang dan jasa yang tersedia bagi mereka dan hanya memilih yang memberikan manfaat tertinggi dengan harga yang terendah.
Para peneliti konsumen sekarang ini menggunakan dua macam metodologi riset yang berbeda untuk mempelajari perilaku konsumen, yaitu :
a Riset Kuantitatif
Bersifat desktiptif dan digunakan oleh para peneliti untuk memahami pengaruh berbagai masukan promosi terhadap konsumen, sehingga memungkinkan para marketer meramalkan perilaku konsumen.
b. Riset Kualitatif
Terdiri dari wawancara, kelompok focus, analisis kiasan, riset kolase, dan teknik proyeksi. Teknik-teknik ini terutama digunakan untuk memperoleh gagasan baru untuk kampanye promosi
2.2.1 Asumsi
a. Kuantitatif
1. Ontologi ( Realitis ) : Obyektif, obyek tunggal
2. Epistemologi ( peneliti ) : peneliti bebas dari obyek
3. Aksiologi ( peran nilai ) : Bebas nilai , tidak bias
4. Retorika ( Bahasa ) : Formal , pada sekumpulan definisi
5. Metodologi ( proses ) : Deduktif , sebab akibat
b. Kualitatif
1. Ontologi ( Realitis ) : Subyektif, obyek majemuk
2. Epistemologi ( peneliti ) : peneliti berinteraksi
3. Aksiologi ( peran nilai ) : terikat , mungkin bias
4. Retorika ( Bahasa ) : Informal , Suara personal
5. Metodologi ( proses ) : induktif
Proses Penelitian Konsumen
1 Mengembangkan/menetapkan tujuan dari penelitian
Contoh : Jika tujuan dari penelitian itu untuk menemukan ide-ide baru
untuk suatu produk atau kampanye promosinya, sedang penelitian
kualitatif yang biasa dijalankan dimana responden menghabiskan waktu
yang berarti untuk bertatap muka dengan professional moderator yang
sangat terlatih yang juga sedang melakukan analisa.
2. Mengumpulkan dan mengevaluasi data-data pendukung
Selama pencarian informasi pendukung biasanya diikuti dengan pernyataan tujuan-tujuan penelitian. Informasi pendukung merupakan data asli yang dikembangkan menjadi beberapa tujuan daripada tujuan penelitian saat itu. Termasuk pula temuan-temuan yang berdasar dari penelitian yang telah dilakukan oleh organisasi diluar termasuk pula data yang dikembangkan sendiri pada awal penelitian atau bahkan informasi dari konsumen yang telah dikumpulkan oleh perusahaan-perusahaan penjualan atau perusahaan pemeberi kredit..
3. Mendesain pokok penelitian
Jika dibutuhkan informasi yang bersifat deskriptif maka penelitian yang bersifat kuantitatif sepertinya harus dilaksanakan. Jika tujuan penelitian bersifat menemukan ide yang baru maka penelitian yang bersifat kualitatif mungkin yang harus dilakukan karena pendekatan dari tiap bentuk penelitian ada perbedaan dalam bentuk metode dari pengumpulan datanya, desain sample, bentuk dari instrumen pengumpulan data yang digunakan, tiap pendekatan penelitian.
4. Mengumpulkan data pokok
Penelitian pada umumnya membutuhkan ahli social yang terlatih dalam mengumpulkan data. Sebuah penelitian kuantitatif pada umumnya menggunakan staf lapangan dimana baik yang direkrut maupun yang dilatih secara langsung oleh peneliti atau juga dikontrak oleh sebuah perusahaan yang menspesialisasikan dirinya dalam cabang menyelenggarakan wawancara lapangan
5. Analisa
Pada penelitian kualitatif, seorang moderator atau tes administrator biasanya menganalisa respon yang telah mereka terima. Pada penelitian kuantitatif, peneliti hanya memonitor proses analis. Respon yangbersifat open-ended yang pertama kali diberi kode dan diukur (diubah menjadi skor/nilai), lalu semua respon tersebut ditabulasi (rangking) dan dianalisa.
6. Persiapan Laporan
Bagian isi dari laporan mengungkapkan secara penuh dari metodologi yang digunakan dan pada penelitian kuntitatif juga dimasukkan pada tabel dan grafik yang dapat mendukung hasil temuan.
Langganan:
Postingan (Atom)